Gila Waras, Yang Waras Tetap Gila

(Nitah-Kalam Bumi) - Disudut pelataran dia berorasi suaranya lantang dibarengi tertawa, tetapi kadang juga menangis. Setiap hari aktifitasnya hanya diam, tertawa sendiri, dan ngomel sendiri. Pelan Kuhampiri, sambil menawarkan sebungkus rokok dan segelas kopi lengkap dengan cemilan. Orasinya akhirnya berhenti sejenak. Diambilnya rokok dengan tangan gemetar, tapi aku sengaja menyembunyikan korek apinya. "Korek"katanya. "Aha, berarti … Lanjutkan membaca Gila Waras, Yang Waras Tetap Gila