Hamas adalah organisasi politik dan militer Palestina yang berperan aktif dalam konflik Israel-Palestina. Hammas melalui pemilu telah diakui oleh rakyat Gaza dan menjadi otoritas resmi yang mendominasi Jalur Gaza saat ini. Namun israel terus berupaya melakukan penolakan dengan dalih diluar konteks, menarasikan negatif kepada Hammas dan kerab menuduhnya sebagai teroris secara sepihak.
Hammas didirikan pada tahun 1987 dan memiliki fokus utama pada perlawanan terhadap pendudukan Israel di Wilayah Palestina. Hamas juga memiliki sayap militer, yakni Brigades Izzedine al-Qassam.
Hamas telah menjadi subjek perdebatan dan kontroversi internasional, terutama terkait metodenya dalam perjuangan dan hubungannya dengan Israel.
Motivasi utama pendirian Hamas terkait dengan perlawanan terhadap pendudukan Israel di wilayah Palestina. Organisasi ini juga memiliki visi politik dan sosial yang mencakup pendirian negara Palestina berdasarkan prinsip-prinsip Islam.
Hamas didirikan pada awal Perintif Intifada, gelombang protes dan perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel, pada bulan Desember 1987. Pendiri Hamas adalah Sheikh Ahmed Yassin, seorang ulama Islam Palestina.
Hamas awalnya muncul sebagai cabang dari Ikhwanul Muslimin (the Muslim Brotherhood) di Jalur Gaza dan Tepi Barat.
Hamas menolak secara resmi keberadaan Israel dan memperjuangkan hak-hak Palestina, termasuk hak untuk kembali ke tanah mereka yang diakui dalam Resolusi PBB 194.
Resolusi PBB 194 diadopsi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 11 Desember 1948.
Isi utama resolusi ini berkaitan dengan situasi pengungsi Palestina yang muncul akibat Perang Arab-Israel tahun 1948. Beberapa poin penting dari Resolusi PBB 194 antara lain:
- Hak Kembali:
Resolusi ini menyatakan bahwa pengungsi Palestina yang ingin kembali ke rumah mereka dan hidup dalam damai dengan tetangga mereka harus diizinkan untuk melakukannya. Ini menciptakan hak bagi para pengungsi untuk kembali ke rumah mereka.
- Ganti Rugi:
Resolusi ini juga menyatakan bahwa bagi mereka yang memilih untuk tidak kembali, atau tidak dapat kembali, pihak berwenang harus memberikan ganti rugi atas properti dan harta benda yang telah hilang atau rusak.
- Koordinasi dengan UNRWA:
Resolusi PBB 194 juga memberikan mandat kepada Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) untuk membantu dalam pelaksanaan pengembalian dan penyesuaian sosial.
Resolusi ini telah menjadi sumber perselisihan dan kontroversi antara pihak Israel dan Palestina, dan situasi di lapangan belum sepenuhnya mencerminkan implementasi penuh dari ketentuan-ketentuan resolusi ini. Pada garis besarnya, Israel kerab mengabaikan semua hasil resolusi mengakibatkan negara ini di cap sebagai negara Apharteid.
Intifada (Perlawanan).
Intifada adalah istilah Arab yang berarti “pemberontakan” atau “perlawanan.” Dalam konteks sejarah Palestina, dua periode intifada terkenal adalah:
- Intifada Pertama (1987-1993):
Intifada ini dimulai pada bulan Desember 1987 di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang diduduki oleh Israel. Ini merupakan gelombang protes dan perlawanan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel.
Demonstrasi, mogok, dan bentuk perlawanan lainnya menciptakan ketegangan dan kekerasan yang signifikan selama beberapa tahun. Intifada Pertama berakhir dengan proses perundingan Oslo yang dimulai pada tahun 1993.
- Intifada Kedua (2000-2005):
Intifada Kedua, atau yang dikenal juga sebagai “Intifada Al-Aqsa,” dimulai pada tahun 2000 setelah kunjungan kontroversial oleh pemimpin Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Ini mencakup serangkaian serangan serangan militer Israel, dan tindakan kekerasan lainnya.
Intifada Kedua berlangsung hingga pertengahan tahun 2005 dan memiliki dampak besar terhadap keamanan dan politik di wilayah tersebut.
Kedua intifada ini mengekspresikan ketidakpuasan rakyat Palestina terhadap pendudukan Israel, pemukiman ilegal Israel yang terus meluas, dan ketidak pastian politik di kawasan tersebut.


