(Nitah Kalam Bumi) – Kugenggam engkau dengan segala kegundahan hati. Aku yakin engkau lebih mulia dari langit meskipun dia mengaku bahwa Bait Al Makmur ada padanya. Tapi q yakin engkau adalah tempat mulia dimana manusia pertama diciptakan dari bagian dirimu, dan manusia pilihan, penutup para rasul dilahirkan dan menjalankan syariatnya dipermukaan-mu bersama umatnya.
Keberkahan atasmu sejak ia dilahirkan, hingga di wafatkan bahkan saat ia dibangkitkan.
Sungguh manusia pilihan itu telah sampai pada Sidratul Muntaha, tempat dimana tidak satupun makhluk yang dapat menggapainya kecuali oleh makhluk yang diciptakan dari bagian dari dirimu.
Saat ini anak keturunan Adam menghadapi makhluk yang tak kasat mata dan tak tau dari mana asalnya. Mereka dijemput maut secara bergiliran. Sungguh ini terjadi disetiap sudut hamparanmu, minal masyriqi wal Magribi.
Makhluk yang telah dititahkan menjadi Khalifah diatasmu menjadi lemah seolah tak berdaya menghadapi pagebluk.
Haqqul yakin, tidak ada satupun makhluk yang dapat menguasai dan mengalahkan khalifahmu selagi ia menginjak dan hidup di atas permukaanmu.
Demi keagungan Dzat yang telah menciptamu, dan demi berkah nur Muhammad, yang telah menyinari makhluk diatasmu hingga menjadi rahmat sekian alam. Jadilah penawar sepertihalnya engkau menghancurkan kekuatan besi, jadilah penawar seperti halnya engkau menenggelamkan kaum Soddom. Tenggelamkan pagebluk ini, tenggelamkan kedasar tubuhmu yang paling dalam yang tak terjangkau oleh makhluk. Jadilah penawar tanpa sebab dan alasan.

